Minggu, 29 April 2012

kotak kayu #4


kadang,
merindukan setapak demi setapak langkah di pagi yang lalu

setapak waktu dimana semesta masih belia
ibarat berlari di padang tak berujung
yang membentangkan harap sepanjang apapun

ah, hanya rindu
rindu pada hal-hal kecil yang dulu pernah terlewat

pada kupu-kupu cantik yang dulu hinggap pada mawar-mawar kami
pada merpati putih yang hinggap di dahan flamboyan ketika berbunga
pada gemerisik angin yang mengusik rerumputan
pada gerimis kecil-kecil yang membasahi tanah semesta

tapi semuanya terangkum
dalam kotak kayu di sudut ruangan itu
kotak kayu yang dulunya masih harum
tapi kini,
mungkin harumnya telah memudar dimakan waktu
siapa yang tau?

:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar