Minggu, 29 April 2012

kotak kayu #2

aku tidak bisa mendefinisikannya
dengan rumus-rumus turunan fungsi sekalipun
karena sejatinya ia tak akan pernah bisa terdefinisi
mungkin ada kata yang bisa mewakilinya,
sebentar, biar kucari kata yang tepat..

ah, tak juga kutemukan 
sebuah kata yang dapat merepresentasikannya
atau mungkin sebuah melodi? sebaris not balok atau jajaran kunci A hingga kunci G?
ah, aku lupa. buta mataku membaca nada

sudahlah, lama-lama kurasa jemu juga
menemukan pengertiannya yang sebenarnya tak perlu kucari
karena,
ya, tak perlulah kata atau nada yang mewakili

cukup matamu yang melihat, 
telingamu yang mendengar,
dan hatimu yang merasa
ketika kotak kayu di depanmu itu akhirnya terbuka





Tidak ada komentar:

Posting Komentar