Senin, 28 November 2011

kisah sebuah pohon #1

kali ini kisahku berkaitan dengan makhluk Allah yang hijau, yang membantu memberikan oksigen pada manusia, yang menjaga hutan dari erosi dan banjir.

kau tau bahwa sesungguhnya pohon itu tidak tumbuh dengan tiba-tiba. pastilah ada orang baik yang sudi menanamnya, berharap kelak benih yang ia tanam dapat membawa manfaat bagi generasi selanjutnya. dan pastilah orang baik itu berharap akan ada pohon-pohon lagi yang tumbuh setelah pohon miliknya.

dan aku ingin menjadi orang baik itu.

aku bertanya pada orang baik tersebut, apa yang harus aku lakukan agar pohon-pohonku nanti tumbuh tinggi besar?
orang baik itu hanya tersenyum, tapi senyumnya seakan membentuk semua jawaban yang aku inginkan.

aku harus memilih dan memilah mana bibit yang baik. sebelumnya aku harus tau kelemahan dan kelebihan dari masing-masing benih yang akan aku tanam. supaya, kelak kalau sudah tumbuh, kita tau bagaimana cara merawatnya. memilih bibit varietas baik dan unggulan pilihan yang tidak salah.

aku sudah mendapatkan benihnya, sekarang giliran aku mencari ladang yang tepat untuk tanamanku. tentunya benih yang baik ini harus ditanam pada tanah yang baik pula. yang kadar air, humus, dan mineral-mineral lainnya seimbang. sehingga memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh subur.

setelah aku tanam, aku harus menyiramnya. aku tidak punya secangkir air dari surga, yang aku miliki hanya air biasa yang aku dapat dari kran-kran air. tak apa, toh, ini air yang baik, suci dan mensucikan. semoga benih ini kelak akan tumbuh dengan baik.

sebulan, dua bulan...
mulai nampak batang yang kecil nan rapuh. yang masih hijau tanpa kambium. dengan satu-dua daun kecil yang mulai nampak. aku harus berhati-hati merawatnya sekarang, agar tak mudah diserang badai.

dua belas bulan..
sekarang nampak jelaslah pohon itu. dengan tinggi satu setengah meter dan batang yang mulai kokoh. daun-daunnya mulai rimbun walaupun masih jarang-jarang. batang yang kokoh namun kecil diselingi oleh ranting-ranting yang mulai menjalar. belum ada bunga, apalagi buah. tak apalah..akan kutunggu hingga saatnya nanti tiba.

dua belas bulan setelahnya..
tepat dua tahun kini. tingginya mulai bertambah hingga dua setengah meter. harus aku mendongak untuk menatap ujung daunnya. batangnya semakin besar dan kokoh. anak-anak kecil mulai bisa memanjatnya, karena ranting-rantingnya pun mulai kokoh. dan aku pun masih belum melihat bunga..

*to be continued*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar