Rabu, 18 Juli 2012

di penghujung 17

detik-detik terakhir di ujung angka 17 :)

ingin sedikit bermuhasabah saja. rasa-rasanya telah banyak yang terlewat di sisa-sisa kekanakan dan keremajaanku. melewati banyak petualangan yang begitu berharga. melewati banyak masa yang berat, tapi juga menghampiri berbagai gubuk gembira.

satu tahun terakhir ini begitu disibukkan dengan kegiatan organisasi dan kepanitiaan di sekolah. sampai kadang-kadang lupa dengan kewajiban utama (baca: belajar). tapi sebenarnya dibanding teman-teman lainnya, tugasku cukup ringan kok. ya, aku mencoba menganggapnya ringan, tapi tidak membuatnya ringan. u get it? 

beberapa hal yang ingin aku koreksi dari diriku sendiri:

1. emosional.
well, i admit it. terkadang mengendalikan emosi itu banyak susahnya. alhasil kata-kata yang nyelekit bin ga enak sering keluar. jadi sering merasa bersalah setiap selesai syuro di basecamp #eh. pernah juga dikatain galak tuh sama mereka, tapi ya mau gimana lagi, kadang kalo lagi bener-bener badmood ditambah urusannya ga jelas, ditambah orang-orang pada diem aja, uh, rasanya pengen gigit bantal. *tuh kan malah emosi. 
jadi, sekarang nisa harus bisa mengendalikan emosi, belajar jadi orang yang bijaksana :) inget, udah tua, marah bikin tambah tua *langsung ngaca*

2. (sok) perfeksionis
bukan dalam hal nilai tapi. terjadi perbedaan kalo dalam hal nilai, haha. perfeksionis ini bisa dari segi penampilan *ehem* dan merembet ke hal-hal lainnya. for example, eumm i admit (again) i do heart fashion. akibatnya, seringkali menghabiskan waktu sia-sia untuk mengobrak-abrik lemari demi untuk pergi ke suatu tempat. FYI, the reason i'm doing all this crazy thing isn't because of someone or anything. i just, like to do that. i just want to look at myself. bukan berarti narsisme juga. Allah is beautiful and loves beautiful, right?
tapi, masih ada batansannya juga. syar'i, dan tidak tabarruj berlebihan.

merembet ke hal-hal lain, seperti merencanakan sesuatu. misalnya, dalam hal shopping. well, dulu jaman SMP emang demen banget tuh ke mall. tapi, untuk tujuan yang jelas. misal nyari sepatu, tas, belanja, atau nonton sekalipun. sampai sekarang pun gitu. harus jelas ke mall itu mau beli apa. harus jelas berapa duit yang dibutuhin. harus jelas berapa waktu yang perlu dihabisin.*tapi kadang kalo lagi ada promo/sale, jangan dilewatkan. kesempatan tidak datang dua kali, haha

juga dalam hal melihat 'sesuatu'. seringkali yang terucap "ini tuh harusnya gini" "enggak, ini harusnya gitu" "eh, bukannya bagusan gini ya" "emm itu nanti bisa berefek samping negatif" dan sederet kata-kata lainnya.
well, ini bikin orang kesel banget, aku yakin itu. alhamdulillah untuk hal ini sudah bisa menahan :)

jadi, mulai sekarang harus jadi sesosok yang disiplin. yang jadi teladan buat orang lain :)

3. suka mengeluh
mending gitu ya ngadu sama Allah. lah ini sukanya ngeluh-ngeluh di depan pintu kos, pusing ini pusing itu, malah kerjaannya ngeluuh terus. jadi mulai sekarang harus bisa jadi akhwat yang kuat, tangguh, nggak pernah ngeluh lagi. usahakan, kata-kata yang keluar itu doa, dzikir, dan yang baik-baik. biar lisannya nggak capek terus dibuat ngeluh. biar jadi saksi kalo lisan ini juga pernah dipake untuk berkata hal yang baik dan bermanfaat

masih banyak, masih banyak hal yang perlu diperbaiki. masih banyak hal yang perlu dikoreksi dan dibenarkan. 

mulai sekarang, harus mulai rajin. rajin belajar dan berdoa tentunya, karna udah kelas XII. semakin sering bangun malam, sujud yang panjang. semakin sering menahan hawa nafsu dan lapar di waktu-waktu yang disunnahkan. semakin sering menyisihkan sebagian isi kantong untuk mereka yang membutuhkan. semakin sering mengunjungi majelis-majelis ilmu. semakin sering belajar, belajar, dan belajar. belajar mengenai apapun. 

belajar untuk menjadi sosok yang hebat. sosok akhwat yang disiplin. akhwat yang kuat. akhwat yang tangguh. akhwat yang cerdas. akhwat yang bijaksana. tapi tidak pernah lupa, bahwa akhwat sejatinya sesosok yang anggun dan lembut. sesosok yang tegas dan lugas. sesosok yang disegani dan tidak dilecehkan.

belajar untuk menjadi hambanya yang ikhlas. yang senantiasa sabar dalam lapang maupun sempit. yang rendah hati dan qana'ah. yang itqan dalam segala urusannya. yang konsisten dan bersungguh-sungguh. yang pantang menyerah dan tahan banting. yang sederhana dan selalu mensyukuri nikmat-Nya. 

ya Rabb... ampunilah segala dosa hamba ya Rabb.. jagalah hamba dari segala perbuatan dosa. jagalah hamba dari segala kesia-siaan..
semakin dekat hamba dengan masa yang telah Engkau tentukan itu ya Allah.. terimakasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan. terimakasih atas segala kesempatan dan kemudahan yang Engkau berikan. terimakasih untuk skenario terindah yang Engkau persiapkan bagi hamba. izinkan hamba untuk menanti skenario itu hingga habis masanya ya Allah.. 
aamiin... :')



Sabtu, 30 Juni 2012

1 bulan terakhir


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikuuuum ^^ Alhamdulillah akhirnya bisa berjumpa dalam kata lagi ;)

Well, banyak banget ‘petualangan-petualangan’ yang akhir-akhir ini mengunjungiku. Mulai dari euforia UKK, trus ada TT, ada PTB, trus juga adekku masuk rumah sakit gara-gara operasi usus buntu, dll. Pokoknya banyak lah.

Mulai dari UKK, emm.. sejujurnya tidak terlalu berharap banyak sih. But I swear, I did my best. Sebenernya semester ini menentukan jalur undangan juga. Pasalnya, kalo sampe nilai-nilaiku turun dari semester lalu, otomatis bakal sulit banget dapet kesempatan buat dapet jalur undangan untuk SNMPTN 2013 besok. Apapun yang terjadi, sedang mencoba untuk ikhlas dan qona’ah, Allah sudah menyiapkan scenario terbaiknya untukku J

Lanjut ke TT sama PTB. Ini dua dari lima program umum di sekolah. Kalo yang TT (Tutup Tahun) semacam pensi gitu. Kemarin bintang tamunya Netral sama band-band indie gitu, tempatnya di Mandala Krida. Well, aku ga bisa dateng karena pas itu masih di Solo nemenin si Latif di rumah sakit.

And, PTB (Perkemahan Teladan Bakti) di Gunung Kidul, tepatnya di dusun Teguhan. Kecamatannya kagak tahu, coba tanya pada sang ketua @brondongsarap . sebenernya namanya PTB ini panjang banget loh, PTB WDP 27 aliasPerkemahan Teladan Bakti Wira Dharma Pertiwi 27. Jangan tanya apa artinya, aku sendiri juga ga tau -______-

Di PTB ini, kita semacam melakukan ‘bakti’ pada desa binaan. Yaa kalo di kuliah semacam KKN gitu, tapi ini lebih singkat. Pesertanya kelas X dan XI. Peserta dibagi jadi beberapa spectrum, nah tiap spectrum punya bakti yang berbeda sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Ada spectrum Kesenian, Kreativitas, Science, Lingkungan, Sosial, Rohis, Rohkath dan Rohkris. Dan berita baiknya aku jadi sie konsumsi Rohis. It means selama tiga hari aku dan 7 teman konsum rohis lainnya di ‘pingit’ di depan tungku. Geeezzzz

Adaaaa aja ulahnya anak-anak konsum itu. Bikin ngakak terus. Itung-itung hiburan, dari jam 3 pagi sampe jam 1 siang di depan tungku, istirahat bentar trus habis ashar udah mulai masak lagi sampai malem seklaian nyiapin bahan buat besok paginya. Oh Allah, bener-bener merasa jadi ibu rumah tangga yang baik gitu deh, gimana nggak, masakin buat 67 orang buuuu. Baru kali ini nyiapin bumbu nasi goreng sendiri, buat 67 orang, dengan harap-harap cemas gak ada yang sakit perut habis makan masakan sie konsumsi.

Alhamdulillah, 3 hari 2 malam berjalan dengan lancar, dan akhirnya Sabtu sore kita sampai di Jogja dengan selamat J

Oya, trus hari Ahadnya tanggal 24 Juni ada Konser Amal dan Tabligh Akbar untuk Palestina yang diselenggarain sama KNRP (Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina). Tempatnya di Sasana Amongrogo, dari mulai jam 8 pagi sampe 12 siang. Bintang tamunya ada Opick, Fathul Jihad, Al-Ghifari, Justice Voice, sama ada Drama Kolosal dari TKIT Salman Al-Farisi, ada atraksi juga dan yang pasti ada Syaikh Shady Abu Uwaimir yang asalnya dari Palestine :o

Kebetulan diminta jadi among tamu di acara itu, jadi pagi-pagi jam setengah 7 udah di tempat buat briefing dan sebagainya. Acara pertama dimulai dari drama TKIT Salman Al-Farisi. Ya ampuuun anak-anaknya imut imut banget. Masih pada kecil gitu, lari-larian, bawa pedang, uuuuuu gemes banget! Ceritanya tentang penaklukan Konstantinopel gitu. Keren deh, anak sekecil mereka udah bisa berkonrtribusi untuk Palestine, jadi iri J

Trus disambung atraksi dari seorang mujahid. Mas-masnya ini manjat dinding dan atap gedung Amongrogo buat ngibarin bendera Palestine. Subhanallah…
Trus langsung disambung sama hiburan nasyid-nasyid gitu, ada sambutannya juga, sekaligus pelantikan anggota baru KNRP DIY. Baru acara yang terakhir pesan-pesannya Syaikh Shady trus do’a dan penutup.

Yang kerennya, disini kayak ada semacam pelelangan gitu. Jadi barang-barangnya bang Opick di lelang dengan hasilnya 100% disumbangkan untuk rakyat Palestine. Subhanallah, iri sama orang-orang kaya yang bisa menyumbangkan banyak buat jihad di Palestine. Sedangkan aku masih menyisakan beberapa lembar uang di dompet. Semacam jadi motivasi juga sih, kalo jadi orang kaya pasti bisa berinfaq lebih banyak. Makanya orang kaya yang bertaqwa itu pahalanya banyak banget yah.

Dan hasil dari konser amal tersebut berupa uang sebesar 522 juta rupiah ditambah barang-barang seperti emas, handphone, jam tangan, dll. Allahu Akbar! Semoga apa yang warga DIY berikan hari itu dapat meringankan saudara-saudara kita yang sedang berjuang di Palestine. Aamiin…

Dan berita yang paling nggak dinyana adalah si Latif masuk rumah sakit. Operasi usus buntu lagi, mana usus buntunya udah pecah di dalem. Mana dia ada kelainan di jantungnya yang bikin operasi ditunda-tnda, tapi karena operasinya di tunda ususnya jadi malah getting worse. MasyaAllah… nggak nyangka itu bocah kasian banget. Liatin dia habis operasi yang lemah tak berdaya ga bisa ngapa-ngapain gitu jadi bikin miris juga di hati. Gimana nggak, biasanya kita beranteeeem aja mulu, tapi sekarng liat dia kesakitan gitu jadi trenyuh. Padahal baru sebulan dia lepas gips nya gara-gara tulang tangannya retak habis main sepak bola. Ya Allah… kaya ga habis-habis aja tuh bebannya. Habis juga Ujian Nasional SMP, niatnya mau seneng-seneng liburan, 
eh malah mondok di rumah sakit.

Tapi disini ada sumthin’ yang bikin aku surprised banget. Jadi ceritanya karena ada suatu hal, aku balik ke Jogja hari Sabtu (lupa tanggal berapa). Nah, sampe Jogja, soulmate-ku Salma Karimah sms. Awalnya sih nanyain kabar gitu, trus aku bilang “nanti mau ke kos kok ukh insyaAllah”

Salma: Oya? Mau jam brapa ukh ke kosnya?

Aku: sore mungkin ukh, tapi ini udah di tempat budhe (budheku di wonocatur, banguntapan)

Salma: You know what, kita lagi di kereta mau ke Solo nengokin dek Latif.

Aku: *belum sempet ngirim sms* apa???? DAEBAKK! Ya Allah… niatnya mau bikin surprise, tapi ini surprise-nya dobel-dobel.

Sudah kuduga pasti Salma lagi sama Babon tuh, dan bener aja mereka berdua nekat dari Jogja ke Solo cuma mau nengokin Latif. Yasudah, apa mau dikata, aku ga mungkin balik lagi ke Solo juga. akhirnya sampai di Yarsis ketemu sama mama. Yaudah deh mereka ngobrol aja sama mamaku. Lha piye, mereka sih mau dateng ga bilang-bilang. Aaaaaaa! Jadi ga ketemu aku kan. Padahal aku ke Jogja merindukan mereka, hiks. (Nis, yang ditengokin kan emang Latif, bukan kamu -______- iya ding)

Baiklah, sepertinya aku udah cukup pegel nulis tiga halaman word ini. Anggap saja sebagai pelampiasan setengah abad ga ngeblog *tsaaaah, lebay aja lo Nis, umur aja belum sampe segitu -,-

Btw ngomongin umur, hwaaaa detik-detik terakhir di umur 17 T.T  berarti tandanya aku udah dewasa ya. hiks, selamat tinggal masa anak-anak dan remajaku. Aku akan sangat merindukan kalian :*
Langsung berasa ada godam yang mukul-mukul kepala ngingetin “UDAH NGAPAIN AJA LO NIS SELAMA INI? SIA-SIA NGGAK SIH HAMPIR 18 TAUN LO IDUP INI?””
Allahu Rabbi, Astaghfirullah..… :’(



Rabu, 27 Juni 2012

27 Juni 2012



Stasiun Tugu, ada setumpuk rindu yang terasa

Tentang si penunggu kereta,
yang senantiasa berdiri di samping peron,
melihat ke arah utara,
Menantikan kereta berbaju kuning datang
Untuk membawanya pulang ke tanah kelahiran
Membawanya kembali ke tengah pelukan hangat ayah bundanya

Juga tentang si penunggu kereta
yang membawa penumpang
yang membawa orang-orang terkasihnya
yang membawa serpihan hatinya dalam gerbong berjajar panjang
Sambil berdoa dalam hati
Bahwa kereta yang ditumpangi separuh jiwa mereka selamat sampai tujuan
Selamat sampai ke pelukan erat mereka

Sekali lagi tentang setumpuk rindu yang terbaca
Pada setiap sandaran mereka yang membekas haru
Pada setiap pandangan mereka yang  ingin bertemu
Pada setiap lembaran sabar yang mereka habiskan untuk menunggu

Sekali lagi,
Karena kami rindu….



Selasa, 26 Juni 2012

pintu problematika

sepertinya terlalu banyak kisah yang tidak bisa diceritakan
tentang segala ricuhnya problematika
yang selalu saja mengetuk pintu duniaku

seperti layaknya tamu yang harus disambut dengan baik
akupun menyambutnya, dengan harapan dapat 'berteman' dengannya
tapi sepertinya, ia datang tak hanya seorang
ia bersama ribuan pasukan yang tak terlihat
aku menyebutnya.... luka

ribuan luka lama yang seharusnya terkubur itu seolah bangkit kembali
mungkin, mungkin ingin menyaksikanku kembali
mungkin ingin mengujiku kembali
seberapa mampu aku bertahan menghadapinya

keluhan selalu menyumpali mulutku
hingga lama-lama kelu
dan akhirnya tersadar
bahwa semuanya akan baik-baik saja tanpa aku berkata

dan ternyata benar
problematika itu hanya menunggu aksiku
menunggu untuk kuberi jamuan menyenangkan
hingga akhirnya ia pulang dengan langkahnya sendiri

dan aku, kembali menutup pintu lagi
berharap yang akan berkunjung setelah ini bukan ia
tetapi dirimu..




Rabu, 13 Juni 2012

adakah suatu jalan lagi?


ingin kembali kepada masa, dimana semua itu hanyalah tawaran
maka aku masih bisa menolak
masih bisa mengeluarkan bantahan mengapa aku harus menolaknya

tapi sekarang semuanya seperti tertahan
menyesakkan, sungguh
aku ingin pergi, melepaskan yang ada disini

sabar
tapi kesabaran itu lama-lama memuakkan juga
aku lelah untuk berdebat lagi
ingin kuberikan tenagaku untuk hal-hal lain

tapi sekali lagi aku tidak bisa
perjanjian itu, janjiku dengan-Nya
tidak mungkin aku mengingkarinya kan

meski ini menyesakkan
meski rasanya ingin berlari jauh
meski ingin melepaskan dan meninggalkan semua
meski lelah yang teramat
meski ribuan airmata yang mengering

aku tetap tidak bisa... 

adakah suatu jalan lagi untukku?




Selasa, 05 Juni 2012

sunset di ujung matamu

melihat sunset di ujung matamu
ada bias kegundahan yang terangkum
bahkan ketika kau mengerling tipis padaku
lengkungan manis itu, tak pernah lelah menyambangi bibirmu
sekali lagi, meski banyak kekecewaan yang mengunci dirimu

Sabtu, 26 Mei 2012

mau jadi apa besok?


Dan aku pun merasakan getarannya.

Melihat kakak kelas yang tadi menerima pengumuman kelulusannya. Rasanya aku pun turut merasakan ketegangannya meskipun tidak sebesar mereka. Juga ketika pengumuman SNMPTN jalur undangan. Sesuatu yang rasanya ‘sesuatu banget’ #halah, tapi bener kok

Mbak Puji, salah satu mbak di kos, akhirnya bisa menembus jalur undangan itu. Menjadi calon maba di Teknik Geodesi UGM. Wow :o

Tak terbayang bahagia sekali ya rasanya. mendapat satu tangga lagi untuk menapaki masa depan. Masa depan, masa depan, masa… depan.. *kemudian hening

Rasa-rasanya kalo ngomongin masa depan itu, emm, bikin pikiran tambah ruwet. Nggak sepenuhnya ruwet sih. Kalo kita punya mimpi, pasti semua hal yang berhubungan dengan masa depan itu indah.

Tapi hidup bukan dongeng kan? Nggak selamanya mimpi itu bisa terjadi pada masa depan kita. Mimpi itu belum nyata, tapi masa depan itu nyata. Entah apa jadinya masa depan itu, tapi itu nyata.

Kalo ngomongin kuliah, dari awal masuk SMA sampe sekarang berubah-berubah terus kepengennya. Tapi akhirnya merasa jemu dengan keberubahan-keberubahan itu. Mulai beberapa hari yang lalu sudah meniatkan satu tekad. Ya, semoga cuma satu itu dulu. Jangan ada yang lain biar nggak tambah pusing. *haha, mekso

Dari mulai Psikologi, Sosiatri, Hubungan Internasional, Ilmu Ekonomi, Ekonomi Islam, dan sampai yang terakhir Sastra Arab.

Entah kenapa mulai mantep dengan pilihan itu. Walaupun beberapa teman menyayangkan itu. Kenapa sastra? Mau jadi apa besok? Kenapa nggak milih ekonomi trus jadi ekonom islam yang mendunia? Kenapa ga masuk HI trus jadi diplomat muslimah yang disegani? Selalu pertanyaan kenapa dan mengapa.

Sempat berdialog dengan hati juga. Dan ini mungkin akan menjadi jawabannya, dialog antara perasaan dan pikiran.

*menghela hafas dulu

Kenapa malah jadinya milih Sastra Arab?

Jadi sebenarnya yang mencetuskan ide Sastra Arab ini adalah orangtua. Sederhana kan? Ini keinginan mama dan papa.

Trus kenapa kalo elo nggak pengen elo mau maksain? Yang kuliah kan elo, buka orangtua lo.

Iyasih, emang yang kuliah gue. Tapi yang ngasih duit buat biaya kulia kan emak babe gue.

Emang orangtua lo maksa gitu ya? Nggak dengerin mau lo apa?

Nggak juga sih. Mama papa selalu memperhatikan keinginan anak-anaknya kok. Kalo nggak gitu, gue nggak bakal sekolah disini.

Trus, kenapa lo mesti nurut?bisa aja kan lo bilang apa yang elo mau.

Nah, itu dia. Soalnya,  kalo ngomongin sekolah, dari SMP sama SMA gue udah sering banget tuh berargumen sama orangtua gue. Dari yang mulai ngobrol biasa sampe gue akhirnya dulu nangis-nangis buat dibolehin sekolah di negri. Pas SMP juga gitu, akhirnya ortu gue ngalah, gue boleh sekolah di Jogja. Dan selama itu orangtua gue mesti ngorbanin perasaannya. Kecewa karena gue nggak nurut. Tapi toh mereka diem aja. Walopun kecewa masih tetep ngebiayain gue dengan ikhlas.

Belum lagi, yah, elo tau kan masalah gue sama ortu yang ‘itu’. Jujur, gue nggak mau ngecewain lagi. Menjadi ‘asing’ di tengah-tengah keluarga itu nggak enak. walopun sebenernya ortu nggak terlalu mempermasalahkan. Tapi kalo tiba-tiba kita ngobrol trus mengungkit hal ‘itu’, rasanya nggak enak banget. Yasudahlah, gue mencoba berdamai. Menghindari perbincangan ‘itu’ ketika di rumah. Menjaga perasaan ortu dan gue sendiri.

Tuh kan, udah terlalu banyak pengorbanan ortu buat gue. Dan, rasanya untuk yang kali ini gue nggak punya nyali lagi buat berargumen. Sebenernya bisa, dan pasti ortu gue bakal ngalah. Tapi gue nggak tahan liat wajah kecewa mereka lagi. Kayaknya udah cukup selama ini gue mempertahankan ego dan keinginan gue.

Emang ortu gue bukan penentu masa depan gue. Tapi mereka punya andil besar dalam membangun masa depan gue. Dan, gue rasa Sastra Arab not bad kok. Gue bisa ngerancang lagi mimpi dan masa depan gue.

Yakin lo? Yaudah deh, gue sih terserah lo aja. Lagi-lagi elo tuh menye banget yah. Selalu kalah kalo sama perasaan lo sendiri.

Gue bukannya kalah ya, gue ngalah. Demi njaga perasaan semua orang yang gue sayang.

Yadeh yadeh, serah lo. Trus, rencana lo mau ngapain aja?

Rencana gue sih tetep sama. Lulus SMA, kuliah. Ikutan Gadjah Mada Mengajar (kalo masuk UGM), trus Indonesia Mengajar, trus kerja di UNICEF. Aamiin.. tapi selama proses kesitu, gue harus bisa nerbitin buku secara resmi, yang bukan indie lagi. Trus kaya yang udah pernah gue tulis, gue pengen punya panti asuhan. atau minimal rumah singgah gitulah buat anak-anak jalanan.

Jadi masa depan lo apa tuh? Rempong banget.

Masa depan gue ya? ya kaya gitu, gue cuma bisa ngerancang aja, buat hasilnya, serahin sama Yang Di Atas. Mungkin nggak ada hubungannya ya sama Sastra Arab? Atau biar ada hubungannya, anggep aja gue besok mau jadi dosen atau guru. Tapi mau jadi apapun gue, yang penting bermanfaat. Gue cuma mau jadi orang yang bermanfaat buat orang-orang di sekitar gue. Itu aja sebenernya.

Okedeh. Sebenernya gue masih bingung sama omongan lo. Tapi ya lain kali aja kita sambung lagi.