Tampilkan postingan dengan label no label. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label no label. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2012

Azalea

Assalamu'alaikum..

Ciyeee nama baru ciyeee :p
Hehe, iya nih, nisa lagi pengen ganti nama blog ini. setelah muter-muter akhirnya nemu nama, "azalea".
Udah pada nggak asing ya pasti sama nama azalea?
Yap, azalea itu nama pohon bunga yang tumbuh di kawasan Asia Timur sama Amerika (lupa amerika selatan ato utara :D pokoknya gitu lah)

Buat nisa yang nggak pernah secara langsung lihat bunga itu, azalea jadi semacam pemantik buat suatu saat nanti, nisa harus bisa menginjakkan kaki dimana akar azalea itu menancap, hehe :D

Ya intinya begitulah seputar ganti nama ini.

Eniwei sekarang nisa lagi agak sibuk jadi belum sempet update lagi. Oiya, sebenernya sih biar lebih bermanfaat, blog ini mau dibuatkan jadwal.
Yang sementara ada di pikiran nisa sih ini:
1. Pekan pertama nulis artikel (bisa artikel islam atau apa aja)
2. Pekan kedua nulis opini (ini biar lebih meningkatkan skill dalam memberi tanggapan, hehe :D)
3. Pekan ketiga ajang berkarya. Posting cerpen atau puisi gitu. (meningkatkan produktivitas euy!)
4. Dan yang pekan terakhir ini untuk cuap-cuap penulis blog. Hehehe :D

Itu baru rencana sih. Tapi suatu saat nanti isa pengen banget bisa terealisasikan. mungkin karena sekarang udah kelas XII jadi lebih meluangkan banyak waktu buat belajar. Hwehehe (alibi :D)

Oke, sudah dulu ya, mauada aktivitas lain setelah ini. Sayonara my new blogie ;) *alay dikit ah :p


ini dia bunga azalea 

cantik ya? mirip sakura

suatu saat, harus bisa memotret ini dengan tangan sendiri :)



Rabu, 13 Juni 2012

adakah suatu jalan lagi?


ingin kembali kepada masa, dimana semua itu hanyalah tawaran
maka aku masih bisa menolak
masih bisa mengeluarkan bantahan mengapa aku harus menolaknya

tapi sekarang semuanya seperti tertahan
menyesakkan, sungguh
aku ingin pergi, melepaskan yang ada disini

sabar
tapi kesabaran itu lama-lama memuakkan juga
aku lelah untuk berdebat lagi
ingin kuberikan tenagaku untuk hal-hal lain

tapi sekali lagi aku tidak bisa
perjanjian itu, janjiku dengan-Nya
tidak mungkin aku mengingkarinya kan

meski ini menyesakkan
meski rasanya ingin berlari jauh
meski ingin melepaskan dan meninggalkan semua
meski lelah yang teramat
meski ribuan airmata yang mengering

aku tetap tidak bisa... 

adakah suatu jalan lagi untukku?




Rabu, 11 April 2012

saya dan esensi yang saya pahami

sebuah goresan sederhana, mengenai apa yang selama ini kita sebut sebagai 'dakwah'.

berdakwah itu bukan eksklusif, tapi inklusif.
sehingga kita bisa menerima semua golongan. kaya, miskin, orang desa, orang kota, dokter, menteri, sarjana, mahasiswa, siswa, tukang becak, pedagang sayur, dsb. pada dasarnya, tidak membedakan objek dakwah kita, mampu bersosialisasi dengan semua golongan.

berdakwah itu bukan menjauh tapi mendekat.
menjadi lebih baik adalah meninggalkan segala hal buruk yang pernah kita lakukan, bukan berarti meninggalkan teman yang dulu selalu bersama-sama kita. menjadi lebih baik bukan berarti kita selalu memperdalam ilmu agama, tapi ternyata kita sendiri lupa, bahwa teman kita pun membutuhkannya. menjadi lebih baik sebaiknya mendekat pada mereka, menyampaikan apa yang kita dapat, dan berbagi. bukan berarti justru menjauh dari mereka dengan alasan takut 'terpengaruh' dan 'kembali' pada kemunkaran itu. justru kitalah yang seharusnya mampu mempengaruhi dan mengajak mereka pada yang ma'ruf.

berdakwah itu tidak membuat pertentangan, tapi memupuk kedamaian.
cara berdakwah yang terlalu 'ekstrem' dan radikal kadang justru membuat mad'u kita menjauh. maka berdakwah dengan jalan damai adalah suatu yang disenangi. berdakwah berarti kita mengajak, namun apabila kita mengajak dengan paksaan bahkan hingga menimbulkan perselisihan, bukankah akan memperburuk citra dakwah itu sendiri? mengajaklah dengan halus, dan tentunya dengan tulus. percayalah bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk kebaikan agama kita. untuk kebaikan dan ketentraman seluruh makhluk di semesta ini.

berdakwah itu memegang prinsip, bukan mengatasnamakan prinsip.
berdakwah sejatinya karena Allah semata, untuk kebaikan agama kita. maka, dalam berdakwah kita wajib berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah. dan tentunya ada suatu prinsip yang kita miliki ketika berdakwah. dengan apa kita berdakwah, bagaimana kita berdakwah, sarana apa yang dipelukan untuk dakwah, semua teratur dalam satu prinsip yang kita miliki.
namun prinsip itu buatan manusia. yang pasti ada kurangnya di sana-sini. maka itulah gunanya kita, saling menasihati dan memperbaiki.
tidak mengatasnamakan suatu prinsip untuk berdakwah. bukan karena kita termasuk golongan A maka kita berdakwah. bukan karena kita termasuk pengikut jamaah B maka kita berdakwah. bukan karena kita kader    suatu partai kita berdakwah.
prinsip hanyalah sarana, tatacara, maupun 'bendera' yang kita genggam. yang natinya ketika kita merasa sedikit jenuh, akan ada prinsip yang menjadi tiang penyangga kita, sehingga kekuatan itu tetap ada.

berdakwah itu tidak tergesa-gesa, tapi membutuhkan kesabaran ekstra.
berdakwah tidak semata-mata menjadikan mad'u langsung 'berubah'. berdakwah membutuhkan waktu yang cukup panjang, karena dengan begitulah seorang da'i diuji kesabarannya. kita tidak hanya melihat bagaimana seorang mad'u menjadi 'baik'. tapi kita juga harus mengamati prosesnya, membersamai perjalanannya.
karena sesungguhnya tidak ada 'perubahan' yang instan. semua memiliki proses. pun juga dengan dakwah. ia pun memerlukan proses.

berdakwah tidak semata-mata berbicara, tapi juga merumuskan.
berdakwah tentunya memiliki strategi. strategi atas suatu prinsip yang telah kita genggam tadi. maka sebaiknya sebelum berdakwah,  kita merumuskan apa yang hendak kita sampaikan. merapatkan dan memutuskan strategi apa yang hendak kita tampilkan. sehingga bila orang lain melihat, apa yang kita siapkan ini tidak waton atau ngasal. tapi sungguh-sungguh karena ada rumusan dan analisis. sehingga diharapkan apa yang telah kita berikan sesuai dan mampu diterima oleh mad'u kita.

atas nama dakwah saya tidak bisa mengatakan apapun.
karena saya meragu, apakah yang pernah, sedang, dan akan saya lakukan terhitung dalam langkah dakwah?
tapi atas nama diri saya yang jauh dari sempurna ini, saya akan mencoba.
meminjam kata dari seorang saudara, saya akan mencoba menjadi 'peri-peri keadilan'.
ya, yang kecil namun  memiliki arti.

apa yang saya tulis merupakan sebuah hasil rasa dan esensi yang terkata, yang tentunya teramat sangat subjektif.
mohon maaf sedalam-dalamnya bila ada rangkaian kata yang mungkin sahabat kurang berkenan.
saya meminta kepada sahabat, rekan, saudara, ikhwah fillah, untuk senantiasa mengkritisi dan memberi saran. 

sekali lagi, saya pun ingin lebih memahami, maka mari kita berbagi =)


Minggu, 08 April 2012

halo

halo
apa kabarmu gadis cilik berkepang dua?
masihkah terduduk di sudut kamar sempitmu?
ataukah sudah berubah menjadi gadis remaja mempesona?

halo
apa kabar boneka kelinci mu?
yang selalu kau bawa kemana-mana
tak pernah lepas dari peluk tidurmu
masihkah ia menjadi penghapus laramu?
ataukah sudah ada pangeran tampan mendatangimu,
yang setia mengusap airmatamu?

halo
apa kabar dengan piano kuno di tengah koridor?
masihkah kau setia menjauhkannya dari debu?
masihkah kau memainkan tuts-tuts hitam-putihnya?
ataukah telah berganti dengan music player yang moderen?

halo
apa kabar?
ini hujan
dan aku merindumu
di setiap rintik yang turun
di setiap kisah yang turut mengalir