Selasa, 31 Januari 2012

menunggumu tak akan pernah sia-sia


terkadang aku bosan untuk menunggu. sering sekali tidak sabar untuk menunggu. kalau menunggu hanya untuk satu dua menit mungkin masih sanggup, satu dua jam juga masih oke. tapi, kalau harus menunggu hingga setahun dua tahun kemudian? sanggupkah?

begitu juga dengan jalan panjang ini. akupun harus menunggu hingga habis ujung pangkal nya. atau habis ujung pangkal nyawaku. hanya itu yang memisahkan. hanya maut yang dapat menghentikan langkahku dari jalan ini.

tapi lagi-lagi menunggu.
menunggu barisan ini kembali tertata sempurna. menunggu formasi ini berjalan lancar. menunggu, menunggu. lagi-lagi harus menunggu.

kalau bisa, aku ingin langsung menapaki jalan terjal itu. tak akan menunggu lebih lama lagi, tak akan mati kebosanan di tempat kerena 'menunggu'.
tapi tidak. sudah sesombong itu kah aku ini? hingga memutuskan untuk melangkah sendiri?
bagaimana bila nanti aku jatuh? tak akan ada uluran tangan yang siap membantuku berdiri kembali.
bagaimana bila nanti aku kelelahan? tak akan ada tempat untukku bersandar.

aku membutuhkan mereka, sungguh. aku menginginkan barisan kami kembali rapi dan tertata. aku ingin segalanya berjalan lancar. aku ingin semuanya sempurna seperti rencana-rencana kami. sempurna seperti mimpi dan cita-cita kami.
tapi aku terlalu naif. terlalu impulsif untuk sekedar memahami sepucuk makna kehidupan. sepucuk makna berjuang.

percayalah, tak akan ada yang sempurna selain-Nya.

tapi kenyataaan bahwa aku membutuhkan mereka, itu yang tidak akan pernah berubah.

mereka, entah sekarang disini, atau mungkin di tempat ku berpijak esok dan esoknya. aku selalu membutuhkan mereka. selalu.

dan menunggu, memang harus menunggu.
tidak ada mimpi yang menjadi kenyataan secara tiba-tiba. ia datang perlahan, perlahan, hingga akhirnya puzzle-puzzle mimpi itu mendekati sempurna.

dan percayalah Nisa, menunggu tidak akan pernah sia-sia :')
warnailah penantianmu dengan sejuta corak kehidupan,kelak kau akan belajar kembali dari lelahnya menanti.

Selasa, 10 Januari 2012

kalau bukan karena-Mu ya Allah..

Kalau bukan karena-Mu ya Allah...
pastilah aku tak cukup kuat berada di jalan ini

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
tentunya dunia selalu nikmat dipandang

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
akan lebih kusukai bersantai-santai tanpa lelah

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
tak akan ada keringat kerja keras yang mengalir

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
tentulah segala rintangan itu terasa amat berat

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
kesabaran itu semakin mengikis perlahannya

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
tak perlu kubersusah menyisihkan sepertiga malamku

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
tak perlu ku berlapar-lapar menahan hawa nafsu

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
perjuangan ini akan terasa melelahkan sekali

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
tentulah ikhlas itu sulit kudapat

kalau bukan karena-Mu ya Allah...
takkan ada cinta, cinta terhadap jalan panjang ini...

Allah...
betapa indahnya, indah segala karunia yang Engkau beri
betapa janji-Mu amat menggetarkan, mengayun angin mengusik dedaunan
betapa pertolongan-Mu yang tak disangka-sangka, datang tepat disaat yang tepat pula


ya Rasulullah..
sungguh aku rindu...
merindumu memberi petunjuk pada jalan ini..


Senin, 02 Januari 2012

Memory of rain


I love to see the rain

I love to see the rain that fell down on my window

then, count how much bead of rain which dropped on

I see, I couldn't..

He gave us many thing, as much as this sky tears


I love the sound of the rain

that rain song..

no one melody could beat it

even the best composer in the world

because this harmony was made by Him


I love when I walked in the rain

like a little girl who plays water

then her mommy came and said

'stop doing that sweety, you'll get cold. just go inside and change your clothe'

same as that,

if you made a mistake

He just said

'came to Me, ask forgiveness , and your sin will be cleared by Me'


I'd like to keep this rain tonight

as a memory of rain

that always made me realize

that You're always next to me

Minggu, 25 Desember 2011

lihatlah, kuncup itu mulai mekar..

berat. rasanya berat menanggung beban dakwah ini. tunggu, beban? ah, tidak, dakwah kewajiban. memang seharusnya kewajiban itu kita laksanakan sebaik mungkin. dan sudah biasa pula bila kewajiban itu terkadang terasa berat. tapi, ini kewajiban, dan sudah selayaknya aku tidak mengeluh. bukankah orang-orang sebelumku dulu justru lebih berat?

dakwah bukan beban, dakwah itu nikmat. sungguh..


aku..merasa tak sanggup. lalu sampai kapan aku sanggup? menunggu taun depan? menunggu lulus SMA? menunggu ku di wisuda? menungu umurku seperempat abad? setengah abad? tapi, aku tidak yakin apakah Allah masih memberiku waktu untuk menjumpai waktu-waktu tersebut.


sudahlah, menunggu aku sanggup, tak akan ada habisnya. menunggu sampai aku merasa pantas, tak ada akhirnya. kenapa harus aku yang menunggu? tidakkah orang2 diluar sana justru sedang menungguku? kalo aku saja selalu menunggu diriku siap, habis sudah waktuku.

ingat, kalo aku tak bersegera, akan ada orang lain yang mengambil alih tugas2 ini. ingat, dakwah tidak membutuhkanku, aku yang membutuhkan dakwah ini.


lelah...sedikit kurasa. heii, apa ku kata? ku kata lelah?

apa aku lupa dengan siroh nabawi yang dulu pernah ku khatamkan?

bukankah aku mengagumi Mush'ab bin Umair, sang rupawan yang berjuang hingga syahid, terpotong kedua tangannya? bukankah aku mengagumi kebijaksanaan Umar bin Abdul Aziz, yang walau hanya sebentar ia memimpin, namun rakyat dan negeri nya sejahtera?

bukankah aku mengagumi Ibunda Agung Khadijah, Aisyah yang cerdas, Fathimah yang lembut, Khaulah yang perkasa. bukankah aku selalu merindu untuk menjadi seperti mereka?

bukankah mereka lebih merasa lelah dariku? pasti. kelelahan mereka akan terbayar dengan surga.


sedangkan kelelahanku? akankah terbayar dengan surga pula?

ah, tak kubayangkan surga. mereka bisa mempersembahkan yang terbaik untukMu. sedang aku disini, mengeluh saja kerjaku. padahal aku tau, aku tak selelah mereka.


cukup, ini saatnya aku bangkit.

mereka telah menunggu.


ah, apa itu?


aku lihat ada kuncup yang cantik. dan, tampaknya ia sedang mulai untuk memekarkan kelopaknya.

tapi, kenapa ada juga kuncup yang justru menunduk sendu?

kenapa? aku bertanya padanya.

dia kata, dia tak sanggup.hei, lihat, aku juga, aku sama sepertimu.

tapi, jangan kau menunduk, wahai kuncup pemalu..

kau tahu kau cantik, kau muda dan baru akan memulai perjalananmu sebagai mawar.

kau putih, bersinar, lihatlah itu. banyak orang mengagumimu. banyak orang menunggumu mekar, mereka ingin melihat lebih pesonamu. kau tahu kau mampu menyihir pandangan berjuta manusia. kau tahu kau bahkan mampu membuat orang2 merasa bahagia bila melihatmu.


lihatlah wahai kuncup pemalu, temanmu, kuncup-kuncup ceria itu berbagi cerita. mereka membayangkan bagaimana mereka mekar nantinya. mereka tak sabar menunggu.

aku harap kau juga begitu. kau tahu mereka juga ingin mengajakmu berbincang. mereka ingin mengajakmu bermain-main juga. mereka ingin bersama-sama mekar denganmu.


kuncup pemalu, mendongaklah..

lihatlah birunya langit yang terbentang. luas bukan?

seluas itulah lahan dakwah kita.

sekarang lihatlah dimana kau ditanam. hanya sepetak tanah sempit bukan?

sekecil dan sesempit itulah waktu untukmu.

tak perlu kau jangkau seluruh langit yg luas itu. cukup warnai tempat dimana akarmu menjalar sekarang. cukup naungi kerikil disampingmu, dengan kelopak2 cantikmu.

cukup, itu saja cukup.

karena memang begitulah Allah mengatur semuanya. memang begitulah Allah membagi tugas2 kita.


karena Allah selalu mencintamu.. ia ingin mengujimu, apakah kau juga benar2 mencintaiNya. ia hanya ingin menguji seberapa besar cintamu.

kalau besar juga rasa cintamu padaNya, pastilah Allah sendiri yang akan membantumu :)

Rabu, 21 Desember 2011

drive lesson part 1

assalamu'alaikuum..

ciaoo, semangat liburaaaan :D

oke, jadi liburan kali ini aku dapet tantangan baru: nyetir mobil!
jadi ceritanya kemarin nisa, aku, sama si kecil salma lomba-lomba an siapa yang selama liburan dua minggu ini bisa nyetir mobil duluan.
wahaha, sakjane aku ngakak sih, soalnya buat aku itu impossible. tapi ya aga apalah, dicoba dicoba :D
oya, crita tentang perjalanan kami (nisa,nisa, salma) aku critain di episode selanjutnya yaa ;)

oke, tentor nyetir mobilku ini my lovely daddy tentunya. pelajaran dimulai setelah shubuh (mumpung jalan masih sepi, jadi kalo nabrak ya nabrak angin :D)
yesterday was my first lesson.
in my first lesson, i was introduced about "Kopling, rem and gas" by my papa.

papa: "sekarang di rasain dulu gasnya. kalo nyetir itu, mata sama pikirannya bukan di kaki, tapi di jalan depan. jadi kaki itu udah harus hidup sendiri, udah harus bisa ngatur sendiri kecepatan gas nya seberapa, kapan masukin kopling, kapan gunain rem. kalo nyetir jangan nunduk-nunduk liatin kaki. di los in aja kakinya. tetep fokus kedepan"

aku: *mlongo* "oke pah, siap"

hari pertama ini aku cuman latian di depan rumah aja. dan nyaris nabrak, haha :D
kira2 jam 6an gitu, mobil masuk garasi. papa cuman bilang "belum lulus"

aku ndomblong, dalem hati bilang "ya iyalah paaah, orang baru se jam juga belajarnya, masak langsung bisa -____-"

and today...my second lesson

setelah kemarin belajar kopling, rem, dan gas. sekarang mulai ke jalanan :D
alhamdulillah nyaaa, jalan depan rumahku luruuuuuus terus, jadi ga perlu belok-belok, hehe.
dari depan rumah luruuus aja ke timur sampe mentok di ujung desa. aku loh yang nyetir, haha :D *nyombong dikit (Astaghfirullah..)
walopun RPM nya tetep aj tuh di angka 1, ga pernah naik, seringnya turun malah. soalnya sama papa pake kopling dulu aja, jangan pake gas. pelan2 aja gapapa. *padahal asli pengen tak gas kenceng2, habis gatel banget, wong baisanya lewatin jalan ini cuman 3 menit, eh ini jadi 20 menit -_____- *lebay dikit

jadi kan critanya tuh jalan luruuuus terus. nah pas udah mentok, ada pertigaan tuh. dan aku cuman bilang "pah pah, belok pah belok" sambil bingung dewe. dalam hati "iki mbeloke piyeeee". haha, kocak deh.

FYI, actually aku tuh belum nyampek sebenernya, jadi kalo pas di kursi sopir, aku ga bisa liatin moncong mobilnya. masih belum bisa ngira2 kapan harus belok, setirnya harus muter barapa kali, brapa derajat. ah, lalalala... ga tauuuu, but I'll try my best! *senyumbangga (jiaaaaah)

dan rasanya seneng banget, keliling-keliling desa nyetir sendiri, walopun butuh waktu sejam, soalnya jalannya mobil kaya siput :D haha

asli deh, nyetir mobil beneran sama mobil di Timezone lebih seru mobil beneran ><

dan ga sabar pengen cepet-cepet bisa. semoga liburan ini beneran kesampean. :)
please come to me, my bravery.. *truly hope

oke, sekian dulu, berhubung udah pegel-pegel, pamit dulu yaaah.. assalamu'alaikum :)

Jumat, 02 Desember 2011

tak bisakah kita menjadi sebuah komunitas seimbang?

Mungkin yang terlihat hanya ideologiku dan ideologimu yang berdeferensiasi. Padahal sejatinya kita berbeda kasta. Kau Satria dan aku Sudra. Kau ditengah upper classmu dan aku diantara golongan lower class. kau dapatkan ascribed statusmu dengan mudah. Sedang gelar prestasi harus kudapat dengan bersosialisasi selama bertahun-tahun.


Namun konsolidasi hati ini sepertinya mengalahkan segala konflik. Tak perlulah arbitrasi, karna aku hanya ingin berdua denganmu, tanpa orang ketiga.


Terlalu banyak akomodasi yang telah kita lalui, hingga kaupun menyadari kita hanya berdiri di satu titik. Titik interseksi yang mempertemukan sebagian hati kita masing-masing. Namun ruangku berseberang jauh denganmu. Kau berada jauh, di utara titik interseksi kita, sedang aku menyendiri di ujung selatan. Aku tau sekuat apapun aku berlari, dinding pemisah ini tak akan mudah tertembus. Batasan vertikal ini terlalu jauh untuk kujangkau. dan aku terlalu lelah untuk sekedar ber-ajudikasi dengan sang hakim.


Aku tau, kau Nordic dan aku Veddoid. Tentulah stratifikasi ras ini yang semakin menyulitkan kita untuk sekedar ber-integrasi. Tak ada lagi solidaritas. Mereka menginginkan pengakuan separatisme akan koordinasi yang telah kita ikat kuat. Kalau tidak, sanksi akan mengekang antara kita. Mereka bilang norma adat tak lagi kita usik.

Namun, apakah sejarah yang sama, yang aku dan kau sama-sama miliki, tak bisa menjadikan kita sebuah komunitas seimbang?


Selasa, 29 November 2011

kisah sebuah pohon #2

telah dua tahun umur pohonku dari waktu aku menanamnya. tapi tak kunjung kutemukan tanda-tanda ia akan berbunga. adakah yang salah dengan perawatanku terhadap pohon itu?
seperti memulai lagi dari awal. aku mencari pupuk yang sesuai dengan kondisinya. ditengah terik nya matahari aku menyiangi gulma-gula yang tumbuh disekitarnya. pun batangnya aku beri ramuan agar tidak terkontaminasi oleh ulat-ulat bulu.
kini aku tinggal menunggu sembari perawatan intensif ini aku lakukan.

setelah tiga tahun...
hey, apa itu? kuncup yang aku lihat diantara dedaunan rimbun dan ranting-ranting yang semakin kokoh. buah dari perawatanku rupanya menunjukkan hasil. mulanya satu kuncup, dua kuncup, hingga akhirnya ribuan putik dan serbuk sari menghiasi pohonku.
aku memandang nya takjub. indah sekali rupanya. akhirnya setelah tiga tahun pohon itu menunjukkan keelokannya.
sekarang aku menunggu kapan saat bunga-bunga itu gugur dan tergantikan oleh buah-buah yang ranum dan manis rasanya.

tiga tahun lebih tiga bulan..
ya, akhirnya bunga-bunga itu mulai jatuh berguguran. terganti oleh bakal buah yang mulai tumbuh berkembang layaknya embrio yang semakin hari semakin besar.
aku menantikannya sembari memberi perawatan praktis pada pohon yang pertama kali menghasilkan buah itu.
aku tak bisa menebak bagaimanakah nanti rasanya bila buah itu telah siap dipetik..

tiga tahun lima bulan...
kini keranjang telah siap ditanganku. aku akan memanen buah dari pohonku hari ini. lihatlah, buah-buah itu telah ranum dan siap dipetik.

aku menikmati potongan buahku dari yang paling besar dan paling merah warnanya. hmm..manisnya tak bisa dibilang dengan kata. lalu aku berpindah, menuju potongan dari buah yang tidak terlalu merah dan kecil. yang ini jauh lebih manis.

aku berhenti sejenak. melihat pada diriku sendiri. yang pertama kali menarik perhatian adalah yang paling besar dan paling merah warnanya. tapi ternyata, yang lebih manis bila dirasa justru yang kecil dengan warna yang kurang menarik.

ah..selalu manusia itu melihat dari label bungkusnya. tak coba ia terka dulu bagaimana dalamnya. mungkin saja ia menyimpan segudang keistimewaan dibalik kemasannya itu.

dan aku semakin yakin, bahwa mutiara itu memang seharusnya berada di dasar laut, didalam cangkang kerang. agar orang tak mudah menjamah, agar orang perlu berusaha keras untuk mendapatkannya, agar orang merasa berharga bila memilikinya, agar orang perlu berhati-hati menyembunyikannya, agar tidak mudah tercuri.