Selasa, 15 April 2014

'ketidaksengajaan'

aku percaya bahwa tak ada sebuah kebetulan. aku meyakini bahwa segala yang terjadi memang sudah menjadi kehendak Langit. namun, tentang pertemuan pertama kita, aku merasa bahwa itu hanyalah sebuah ketidaksengajaan.

di pagi yang entah, di tempat yang antah, Langit menuntun langkah kaki kita berpijak pada tanah yang sama. tak jauh, hanya seperlemparan batu dariku, kau berdiri. dan aku hanya menatapmu tanpa arti ketikakau bertanya basa-basi.

mungkin semesta sedikit kecewa dengan pertemuan pertama kita. hingga pada terbitnya matahari setelah pertemuan itu, pada pagi kesekian setelah pertemuan pertama itu, Langit kembali menuntun kita untuk menapaki jalan yang sama. lagi-lagi aku hanya merasa itu hanyalah sebuah ketidaksengajaan.

dan aku tidak pernah menyesal dengan pertemuan kita yang tanpa sengaja.

menghafal suara langkah kakimu sangatlah mudah bagiku. aku pun bisa menebak pakaian apa yang kau kenakan pagi ini. dan bukan suatu yang sulit bagiku untuk mengetahui makanan apa yang kau suka, buku apa yang kau baca, dan lagu apa yang sering kau dengar.

dan itu juga sebuah ketidaksengajaan.
satu ketidaksengajaan yang aku sesali, bahwa aku menyimpan setiap detail memori tentangmu...

Kamis, 13 Februari 2014

pertengahan februari

pertengahan februari. ada apa saja?

hari ini pembagian KHS pertama. it means udah tau IP semester 1 ini. nggak pengen bilang berapa, tapi alhamdulillah di syukuri. dari yang cuma targetnya "lulus dan nggak ada yang ngulang" ternyata Allah ngasih lebih. alhamdulillaah :)

hari ini hari keempat pelatihan untuk temilreg. well, dikasih kesempatan seperti ini nggak boleh disiakan dong ya. saya sedang mengumpulkan semangat yang kaya waktu sbmptn dulu. yang belajar itu jadi hobi. ya walopun itu cuma bertahan sebentar, hehe (tau kan saya aslinya ga suka belajar :D)

kediri. akan menjadi kota ke-5 (setelah bogor, bandung, depok, mojokerto) yang saya kunjungi selama di semester 1 ini. saya selalu bersyukur diberi kesempatan untuk ikut di agenda maupun lomba-lomba di luar kota. tidak, saya tidak mencari title juara nya. itu hanya bonus saja nantinya. ketika hendak berangkat menuju tempat baru, ataupun menghadiri agenda besar, yang saya niatkan adalah belajar. mempelajari kehidupan tepatnya. mendapatkan hikmah dari setiap detik perjalanan yang saya lewati. mencari kearifan dari setiap daerah yang saya pijak

semoga setelah kota ke-5 ini, di semester2 mendatang bisa mengunjungi hingga negara ke-5. aamiin :)

Rabu, 29 Januari 2014

hati anak peremupuan mana yang tidak akan hancur ketika ada yang memberitahu berapa lama lagi ayahnya akan bertahan?
hati anak perempuan mana yang tidak akan hancur?

Selasa, 21 Januari 2014

antara hidup dan mati

selasa yang lalu kabut membayangi setiap perjalanan kami. dari solo hingga jogja, gerimis tak kunjung reda. sampai di pantai pun gerimis masih setia menemani kami. dan tentulah kami menjadi pengunjung pertama dan satu-satunya di pagi hari itu.

"eh, lihat tuh ada nelayan yang mau melaut"
"yang bener aja, ombaknya gede banget loh, gerimis lagi"

di pantai depok itu memang tempat nelayan melaut, tempat penjualan ikan segar. enaknya kalau datang pagi memang bisa melihat kegiatan nelayan datang dan pulang dari melaut.

"itu perjuangan antara hidup dan mati lho mbak" tiba-tiba mama menimpali obrolan saya dan teman-teman.

melihat ombak yang besar, ditemani gerimis yang cukup deras, saya jadi berpikir banyak. dua awak nelayan di depan saya menaiki kapalnya. saya melihat dari mulai kapal di bibir pantai, mesin dinyalakan, hingga kapal itu bergerak mengikuti gulungan ombak. sepertinya saya bakal langsung mabuk laut kalau ikut naik di kapal itu. 

antara hidup dan mati. bener juga kata mama. kita ngga pernah tahu apa yang akan terjadi di laut itu bahkan satu detik kemudian. kita nggak pernah tahu dibalik tenangnya ombak apakah ada badai di depannya. kita nggak pernah tahu apakah ketika di tengah laut nanti ada ancaman hiu atau paus. kita nggak pernah tahu apakah ketika ditengah laut nanti tiba-tiba hujan deras dan kapal penuh terisi air. kita nggak pernah tahu apakah setelah kita meninggalkan daratan, kita bisa kembali lagi..

kita sering menikmati lezatnya ikan laut yang kita makan. tanpa pernah tahu untuk mendapatkan satu ekor ikan di laut itu butuh perjuangan hidup dan mati. dan hasilnya pun hanya sedikit, tidak sebanding dengan nyawa yang menjadi taruhannya.

adegan syahdu yang saya lihat juga dikala itu, ketika istri dan anak dari nelayan itu mengantarkan kepergian ayahnya sambil membawakan bekal. disini saya melihat sosok perempuan yang kuat, yang berani. ia juga tidak pernah tahu apakah suami, ayah dari anaknya itu, bisa kembali dan berkumpul dengannya lagi. ia tidak pernah tahu apakah raga suaminya itu akan bisa kembali memeluknya lagi. ia tidak pernah tahu, tapi ia ikhlas. ia pasrah apapun akan ketentuan Tuhan. yang ia yakini, suaminya menempuh jalan yang benar untuk mencari rizki, maka ia hanya bisa berdoa semoga Tuhan selalu menjaganya dari bahaya. 

kalau itu saya...mungkin saya tidak akan sanggup. saya tidak cukup kuat untuk kehilangan orang yang saya cintai. saya tidak cukup berani untuk kemudian melanjutkan hidup sendiri. 

saya...yang kata orang-orang itu seorang yang tangguh, seorang yang cukup kuat, ternyata lemah bila dihadapkan dengan satu hal: kehilangan. 

saya...yang kata orang-orang itu seorang yang berani, ternyata takut dan menjadi pengecut bila dihadapkan dengan satu hal: kehilangan.

padahal kehilangan itu satu hal yang pasti. padahal kehilangan itu suatu yang akan terjadi pada setiap orang. hanya saja waktunya kita tidak pernah tahu. 

ketika mungkin suatu saat di masa depan nanti sya kehilangan orang yang saya cintai, saya tahu hati saya akan hancur. saya tahu saya akan menangis diam-diam ketika malam hingga shubuh menjelang. saya tahu saya tidak akan menghapuskan memori tentangnya. saya tahu saya akan memandang fotonya lama di setiap pagi yang datang. saya tahu, hari-hari setelah saya kehilangannya, hari-hari saya yang tersisa, akan terpakai untuk mengingatnya, mendoakannya. tapi saya juga tahu saya akan bangkit dari kesedihan akan kehilangannya. saya akan bangkit meski saya tahu hidup tanpanya itu tak mudah.

tapi...ketika yang hilang itu iman di dalam hati...saya sungguh tidak akan pernah sanggup. saya tidak akan pernah tahu bagaimana hidup tanpa iman. mungkin, tanpa iman, tidak akan ada lagi kehidupan.
tanpa iman, tidak ada lagi kehidupan yang teratur, seimbang.
tanpa iman, tidak ada lagi kehidupan yang aman, damai.
tanpa iman, tidak ada lagi kehidupan menghidupi.
tanpa iman, kehidupan itu hanya bualan...

maka sekali lagi antara hidup dan mati, akankah iman kita menemani hingga akhir hayat? akankah kita menjaga iman kita hingga akhir hayat?



Kamis, 28 November 2013

End Year Surprise

*menghela napas*
hehe, saya bingung juga mau mulai darimana ini nulisnya. 
end year surprise?
ya, karena saya merasa Allah memberi banyak kejutan untuk saya di akhir penghujung 2013 ini.  
tanggal 22 November kemarin saya diberi kesempatan untuk hadir di acara Sarasehan Nasional FSLDK 2013 yang diadakan di IPB, Bogor.

dan...belum ada satu minggu sekembalinya saya ke surabaya, belum juga menuliskan diary sarnas 2013, saya sudah harus melancong lagi ke UI, Depok, inshaAllah.. :)
untuk yang kali ini saya ditawarin ikutan lomba Sharia Economics Olympiad dalam rangka SECOND (sharia economics days) yang diadakan oleh FE UI selama seminggu. bayangkan saya nggak kuliah seminggu. sayang juga sih, tapi ya...mau gimana lagi ._. *pasrah tapi sebenernya seneng, mhehehe* 
sebenernya saya cuma mengisi kekosongan tim aja sih, hehe. dan..ya..sejujurnya ngga terlalu berambisius untuk menang. yang pertama dijadikan pengalaman dulu. tapi karena saya satu tim dengan senior, so i should give my best :) 

yah walopun preparenya kurang, kehabisan tiket kereta ke jakarta, saya juga kebetulan kok ya dijadikan koor acara (lagi -.-) di acara mubes mosaic (SKI fakultas). fakultas juga mau ada pemira (ya walopun ga jadi apa2 sih, tapi pengen jadi timses aja, mhehehe). belum lagi tugas kuliah yang numpuknya segunung, huhu. 

yah..begitulah curhatan saya sekarang ini. doakan semoga saya bisa menjalani kejutan-kejutan ini dengan baik :') 

(teringat: hayolho munaqosahnya gimana hayooo target taun depan udah ganti juz lho hayooo *kemudian pura-pura pingsan*)

Senin, 04 November 2013

Snow in Sahara

finally i'm back. exactly in new year, 1435 H :)

alhamdulillah mengawali tahun baru hijriah ini dengan bahagia. tadi pagi UTS filsafat dan alhamdulillah bisa menyelesaikan walaupun menggunakan firasat, alhamdulillaah.. *nangis haru* sorenya UTS bahasa inggris dan keluar dengan tampang melongo dan mbatin "ini seriusan begini soalnya?" 

dan rezeki hari ini ditambah traktiran dari mb ayu dkk, hoho :D jadi tambah bahagia deh kalo yang "rasa mbayar" begini.trus dilanjut ke toko buku daerah Ampel masih bareng mb ayu, mas affan, dan mas imam. oya belum saya kenalin ya siapa-siapa beliau?

yang pertama mb ayu. kalo liat mb ayu jadi inget mama. pertama karena sama-sama kecil #eh, kedua karena namanya sama kaya mama (mama namanya ningsih wahyuni, mb ayu namanya wahyu ningsih. mirip kan? hehe), ketiga karena jilbab dan niqob yg dipake sama kaya mama. mb ayu ini senior di kampus, ekis 2012. orangnya baik deh pokoknya :)

yang kedua ada pak atau om mas affan. beliau ini ekis 2011. angakatan sebenarnya dirahasiakan, hehehe :p asalnya dari madiun. dan beliau nya ini gokil abis. adaaaa aja bahan bercandaan kalo sama beliau. 

yang ketiga mas imam. asalnya dari mataram. pertama kali lihat beliau agak takut sih soalnya terkesan dingin gitu. tapi setelah kenal ternyata....nggak jauh beda sama mas affan ._. hoho. beliau nya ini aktif ikut lomba dan sering menang. intinya beliau ini pinter pake banget. 

ketiga senior itu sebenernya saya udah pernah ketemu setahun yang lalu bareng temen-temen teladan waktu ikut lomba N-SEO. dan kesan pertama setahun lalu dan sekarang bedaa banget. kecuali mungkin mb ayu, hehe. dulu waktu pertama liat terkesan cool gitu pake jas alma unair jadi panitia soal. eh setelah skrg sama-sama jadi sie soal jadi ngerti deh gimana aslinya, gimana ramenya, hehe. tapi dari kesemua itu beliau-beliau ini orang hebat yang mendedikasikan dirinya untuk islam, ekonomi islam, dan dakwah. lewat prestasi maupun aktivitas yang dilakukannya.

dan nggak cuma beliau2 aja. ada banyak lagi senior yang baik dan menginspirasi. dua bulan di surabaya ini banyak sekali kejadian manarik yang sayangnya saya belum sempat nulis. maybe next time saya bakal ceritain lagi. 

akhirnya setelah dua bulan, saya bisa mulai mencintai keberadaan saya di kota ini. kebahagiaan pertama ketika ditempatkan di PQA dan bertemu keluarga baru dimana kita tinggal seatap dan sama-sama berkomitmen untuk menghafal quran. kebahagiaan kedua ketika bertemu temen-temen liqo di surabaya dimana disini saya bisa men-charge iman dan semangat. dan kebahagiaan ketiga ketika bertemu dengan orang-orang yang saya sebutkan diatas, yang sudah seperti keluarga dan saya bisa mendapat banyak ilmu dari diskusi-diskusi dengan beliau-beliau :)

dan yang paling membuat saya merasa bahagia dan bersyukur adalah ketika Allah selalu menempatkan saya di tempat yang baik dengan orang-orang shalih dan para penuntut ilmu yang tangguh. sehingga membuat saya banyak belajar. bukan hanya tentang materi kuliah, tapi pelajaran dan pengalaman kehidupan lah yang lebih banyak saya pelajari.

di tengah kehidupan surabaya yang lebih keras dan hedon daripada kota yang saya singgahi sebelumnya, ternyata saya masih bisa menemukan banyak 'kesejukan' di dalamnya. ternyata saya masih bisa belajar di balik panasnya matahari yang menyengat, ada semangat para pejuang-pejuangnya yang tangguh untuk menjadi pemimpin peradaban :)

'alaa kulli hal alhamdulillaah.. :")




Rabu, 09 Oktober 2013

apakah surga

apakah surga semakin menjauh sehingga langkah kita mengendur?apakah deskripsi surga tidak lagi indah sehingga kita berhenti terengah-engah?